Tour de Banyuwangi Ijen

BANYUWANGI – Sukses penyelenggaraan International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) memunculkan wacana untuk melakukan inovasi penyelenggaraan pada tahun depan. Muncul wacana untuk menyempurnakan event tersebut dengan memulainya dari Bali. Sehingga, namanya bakal menjadi Tour de Bali Banyuwangi.

”Wacana tersebut muncul dari Menteri Pariwisata Pak Arief Yahya. Beliau melihat, jika digelar dari Bali, tentu dampak wisatanya bisa lebih dahsyat. Ini sesuai konsep pemasaran wisata dari Kemenpar yang mengusung Great Bali di mana Banyuwangi masuk bagian dari kerangka pemasaran Bali,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Anas mengatakan, Banyuwangi akan memanfaatkan keunggulan kompetitif dan komparatifnya untuk mendongkrak sektor pariwisata. Salah satu keunggulan itu adalah kedekatan geografis dengan Bali yang saat ini masih menjadi pusat utama turisme Indonesia. ”Kunjungan turis asing ke Bali itu sekitar 4 juta atau hampir 50% dari total kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. Kalau Banyuwangi dapat 5% saja dari 4 juta itu, sudah ada 200.000 turis asing ke Banyuwangi,” ujar Anas.

Apalagi saat ini, sambung Anas, sudah ada jalur pesawat dari Bali ke Banyuwangi. Jika lewat darat bisa memakan waktu hingga hitungan jam, dengan pesawat tak sampai 30 menit sudah sampai Banyuwangi dari Bali. ”Jika nanti marina yang akan dibangun oleh BUMN PT Pelindo III di Banyuwangi selesai, akses bisa lebih mudah. Bisa langsung sambung dari Benoa ke Banyuwangi. Nah mungkin tahun depan bisa dibuat Tour de Bali Banyuwangi sebagai ikhtiar promosi awal, karena promosi itu kerja jangka panjang, harus berkelanjutan,” kata Anas.

Terkait teknis penyelenggaraan Tour de Bali Banyuwangi, lanjut Anas, bakal dikoordinasikan lebih lanjut ke Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Pemprov Jatim, Pemprov Bali, Pemkab/Pemkot di Bali, dan kepolisian. ”Ini kerja lintas sektoral, harus kolaborasi. Daerah bisa maju kalau mau kolaborasi,” ujar Anas.

Seperti diketahui, International Tour de Banyuwangi Ijen sukses dihelat pada 6-9 Mei 2015 lalu dengan menempuh empat etape sejauh 555 kilometer. Rute ini ditempuh dengan mengelilingi wilayah Banyuwangi dan berpacu mendaki Gunung Ijen, gunung berapi aktif yang terkenal di dunia dengan fenomena api biru alias "Blue Fire"-nya. Tanjakan menuju Gunung Ijen di Banyuwangi dikenal sebagai salah satu yang terekstrem di Asia karena berada di ketinggian lebih dari 1.871 meter di atas permukaan laut (mdpl), melampaui tanjakan di Genting Highland dalam Tour de Langkawi Malaysia yang berada di ketinggian sekitar 1.500 mdpl.

ITdBI sendiri adalah ajang balap sepeda yang sudah masuk agenda rutin (calendar of event) UCI di kategori 2.2 dan diselenggarakan tiap tahun sejak 2012. Tahun ini, ITdBI diikuti para pebalap dari puluhan negara, antara lain, Perancis, Belanda, Kolombia, Kanada, Jepang, Singapura, Thailand, Iran, Spanyol, Filipina, Malaysia, Filipina, Australia, Korea, Tiongkok, Thailand, Selandia Baru, Rusia, Taiwan, Uni Emirat Arab, dan Uzbekistan.

Keluar sebagai juara adalah pebalap Perancis yang memperkuat Singha Infinite Cycling Team, Peter Pouly. Di posisi kedua ada pebalap Benjamin Prades (Spanyol) dari Matrix Powertag Japan dan peringkat ketiga ditempati Daniel Whitehouse (Selandia Baru) asal Team UKYO Jepang.

Oleh : BAPPEDA BWI