Pakar Tata Ruang : Banyuwangi Menjadi Sekolah Pemerintah Daerah

 

BANYUWANGI - Berbagai prestasi yang telah dicapai Banyuwangi, membuat kabupaten pimpinan Abdullah Azwar Anas, telah menjadi sekolah pemerintah daerah.

"Banyuwangi itu menjadi sekolah, tempat belajarnya pemerintah daerah di Indonesia," kata Pakar dan Konsultan Tata Ruang dan Transportasi, Bogor, Yayat Supriyatna, saat ditemui di Banyuwangi, Selasa (18/7/2017).

Menurut Yayat dari segala bidang, mulai dari tata ruang, pengeleloaan keuangan, pengelolaan perdesaan, pariwisata, dan lainnya, Banyuwangi telah meraih banyak penghargaan nasional.

"Sehingga Banyuwangi layak menjadi sekolah pemeritah daerah. Saya sendiri tidak bisa menutup mata. Sebagai konsultan tata ruang, saya juga belajar dari Banyuwangi," kata Yayat.

Menurut pakar dari Universitas Tri Sakti Jakarta itu, secara teoritis dia banyak memahami tentang konsep tata ruang, tapi secara praktek, Yayat mengaku banyak belajar dari Banyuwangi.

"Karena mempraktekkan teori di daerah itu lebih sulit. Dan Banyuwangi telah berhasil mempraktekkannya," kata Yayat.

Ini terbukti ketika Banyuwangi berhasil meraih juara penataan ruang terbaik se-Indonesia dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 2014 lalu, yang saat itu Yayat sebagai salah satu jurinya.

Menurut Yayat, Banyuwangi telah mampu mempertahankan dan mengemas tata ruang di daerahnya.

"Banyuwangi telah mampu mencegah, tata ruang menjadi tata uang. Itu sulit loh," kata Yayat.

Yayat mengatakan Banyuwangi memiliki landscape ruang yang luar biasa. Itu menjadi kekuatan tersendiri, untuk menarik orang datang ke Banyuwangi.

Seperti di kawasan Bandara Banyuwangi yang ditata tetap menjadi landscape persawahan. Landscape wisata alam menjadi andalan di Banyuwangi.

"Barack Obama, mantan Presiden Amerika, datang ke Bali yang dikunjungi apa? Sawah. Ini menunjukkan bahwa sekarang telah menjadi fenomena, orang telah kembali alam, back to nature," kata Yayat.

Saat ini wisatawan, terutama yang menengah ke atas, cenderung bosan dengan hingar bingar dan lebih memilih alam sebagai tempat wisatanya.

Yayat mengatakan, Banyuwangi harus mempertahankan landscape tata ruang yang ada sekarang.

Tinggal terus menumbuhkan keterlibatan masyarakat untuk mengembangkan potensi wisatanya.

Selain itu, yang membuat Banyuwangi berkembang menurut Yayat, Bupati Banyuwangi tiap keputusannya selalu berpijak pada data.

Sehingga kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan.

"Pemerintah daerah kalau ingin belajar ya ke Banyuwangi," kata Yayat.

Bahkan menurut Yayat, tahun depan Kementerian Keuangan akan menggelar pertemuan IMF. Saat ini belum diputuskan di mana lokasinya.

Kementerian Keuangan mencari lokasi, yang bisa dijadikan contoh secara aplikatif. Sehingga diusulkan Banyuwangi menjadi lokasi pertemuan itu.

Sumber : Surabaya Tribunnews

Oleh : BAPPEDA BWI